Tampilkan postingan dengan label DOA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label DOA. Tampilkan semua postingan

Juli 04, 2008

MARHABAN, YA RAJAB

Memasuki Rajab 1429 Hijriah ini, saya mendapat email berharga dari seorang sahabat. Inti pesannya adalah kemuliaan Rajab dan ajakan untuk bershaum. Subhanallah. Berikut ini, petikan pesan-pesan itu.

Diriwayatkan, Rasulullah SAW telah bersabda, "Ketahuilah bahwa bulan Rajab itu adalah Bulan Allah, maka barang siapa berpuasa satu hari di bulan itu dengan ikhlas, maka pasti ia mendapat keridhaan yang besar dari Allah SWT; barang siapa berpuasa pada tanggal 27 Rajab akan mendapat pahala seperti lima tahun berpuasa; barang siapa berpuasa dua hari di bulan Rajab akan mendapat kemuliaan di sisi Allah SW; barang siapa berpuasa tiga hari, yaitu pada tanggal 1, 2, dan 3 Rajab, maka Allah akan memberikan pahala seperti 900 tahun berpuasa dan menyelamatkannya dari bahaya dunia dan siksa akhirat; barang siapa berpuasa lima hari di bulan itu, Insya Allah permintaannya akan dikabulkan; barang siapa berpuasa tujuh hari di bulan Rajab, maka ditutupkan tujuh pintu neraka jahanam; barang siapa berpuasa delapan hari di bulan Rajab, maka akan dibukakan delapan pintu surga; barang siapa berpuasa lima belas hari di bulan Rajab, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya yang telah lalu dan mengganti semua kejahatannya dengan kebaikan; dan barang siapa menambah hari-hari puasanya di bulan Rajab, maka Allah akan menambahkan pahalanya." Rasullah SAW juga bersabda, "Pada malam mi'raj, saya melihat sebuah sungai yang airnya lebih manis dari madu, lebih sejuk dari air batu, dan lebih harum dari minyak wangi. Lalu aku bertanya pada Jibril AS, ‘Wahai Jibril untuk siapakan sungai ini?’

Jibril AS menjawab, ‘Ya Muhammad, sungai ini adalah untuk orang yang membaca salawat untuk engkau di bulan Rajabi.’ “

Dalam sebuah riwayat Tsauban bercerita, "Ketika kami berjalan bersama Rasulullah SAW ke sebuah kubur, lalu Rasulullah berhenti dan beliau menangis dengan amat sedih. Kemudian beliau berdoa kepada Allah SWT.

Lalu saya bertanya kepada beliau, ‘Ya Rasulullah mengapakah engkau menangis?’

Beliau SAW menjawab, ‘Wahai Tsauban, mereka itu sedang disiksa dalam kubur nya, dan saya berdoa kepada Allah. Lalu, meringankan siksa atas mereka. Wahai Tsauban, kalaulah sekiranya mereka ini mau berpuasa satu hari dan beribadah satu malam saja di bulan Rajab niscaya mereka tidak akan disiksa di dalam kubur.’ Tsauban bertanya, ‘Ya Rasulullah, apakah hanya berpuasa satu hari dan beribadah satu malam dalam bulan Rajab sudah dapat mengelakkan dari siksa kubur?’

Beliau SAW menjawab, ‘Wahai Tsauban, demi Allah, Dzat yang telah mengutusku sebagai nabi, tiada seorang muslim lelaki dan perempuan yang berpuasa satu hari dan mengerjakan shalat malam sekali di bulan Rajab dengan niat karena Allah, kecuali Allah mencatatkan baginya seperti berpuasa satu tahun dan mengerjakan shalat malam satu tahun. Sesungguhnya Rajab adalah bulan Allah, Sya'ban adalah bulanku, dan Ramadhan adalah bulan umatku. Semua manusia akan berada dalam keadaan lapar pada hari kiamat, kecuali para nabi, keluarga nabi, dan orang-orang yang berpuasa pada bulan Rajab, Sya'ban, dan Ramadhan. Maka sesungguhnya mereka kenyang, serta tidak akan merasa lapar dan haus bagi mereka.’”

Beberapa saat kemudian, ustadz saya mengirimkan pesan pendek melalui ponsel berisikan ajakan berzikir ba’da shalat maghrib, Subhanallahil hayyul qoyyum” sebanyak seratus kali pada 1-10 Rajab. Sedangkan pada 11-20 Rajab, ustadz saya mengamanahkan untuk berzikir, "Subhanallahi ahadish shomad" sebanyak seratus kali. Lalu, pada 21-30 Rajab, ustadz saya mengamanahkan untuk berzikir ba'da shalat maghrib, "Subhanallahi rouf" juga sebanyak seratus kali. Setelah menzikirkan kalimat puji-pujian itu, kita membaca doa, “Allahumma baariklana fi rojaba wasyakbaana waballigna romadhon” sebanyak tiga kali.[]

Selengkapnya...

Juli 03, 2008

SHALAT MALAM BERSAMA RASULALLAH

Salah satu praktik shalat malam Rasulallah Saw:

• Empat kali shalat sunnah dua rakaat (matsna-matsna), berarti delapan rakaat.

Shalat syafa’ dua rakaat; rakaat pertama membaca Surat Al Fatihah dan Surat Al Kafirun, dan rakaat kedua membaca Surat Al Fatihah dan Surat Al Ikhlas.

Shalat witir satu rakaat dengan membaca Surat Al Fatihah, Surat Al Falaq, Surat An Nas, istighfar 70 kali (astaghfirullaha rabbi wa atubi ilayh – aku memohon ampun kepada Allah Tuhanku dan kembali kepadaNya), membaca doa “hadza maqamul ‘aidzi bika minannar – Ya Allah, inilah saya yang berlindung kepadaMu dari api neraka” sebanyak 7 kali, mohonkan ampunan bagi sedikitnya 40 muslimin/muslimat (robbighfir li… wa…, seterusnya) dan berdoa apa saja, lalu ruku, i’tidal, sujud, tasyahud, dan seterusnya.

(Sumber: Jalaluddin Rakhmat, “Membuka Tirai Kegaiban – Renungan-Renungan Sufistik”, Bandung, Mizan, 2008)

Selengkapnya...

Mei 10, 2008

BERKHALWAT BERSAMA SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI

Usai shalat isya, berzikir, dan tidur. Beliau terbiasa membangun shalat tahajud di tengah malam. Tahajud adalah kebangkitan setelah kematian. Ketika seseorang bangun untuk tahajud, ia akan memiliki hati dan pikiran yang jernih. Agar kekhusuan tidak rusak, jangan terlibat dalam berbagai kegiatan yang lazim seperti makan dan minum.

Setelah bangun tidur, dengan kesadaran akan kebangkitan, beliau membaca:

Alhamdulillahil ladzi ahyanaa ba’da maa amaa tana wa ilayhin nusyur.

Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah kematian kami dan kepadaNya kami akan dibangkitkan.

Kemudian membaca sepuluh ayat terakhir surat Al Imran:

Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal.

(Yaitu) Orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini sia-sia. Mahasuci Engkau, selamatkanlah kami dari api neraka”.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya barang siapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, sungguh telah Engkau hinakan dia dan tidak ada bagi orang-orang zalim seorang penolong pun.

Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyerukan kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kami pun beriman.

Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami dan wafatkanlah kami bersama orang-orang yang terbebaskan.

Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasulMu dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji.

Maka Tuhan mereka memperkenankan permohonannya (dengan berfirman), “Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal di antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, (karena) sebagian kamu adalah turunan sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung halamannya, yang disakiti pada jalanKu, yang berperang dan yang dibunuh, pasti akan Kuhapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan pasti Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di bawahnya sebagai pahala di sisi Allah. Dan Allah pada sisiNya pahala yang baik.”

Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir yang bergerak di dalam negeri.

Ini hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahanam; dan Jahanam adalah tempat yang seburuk-buruknya.

Akan tetapi orang-orang yang bertakwa kepada Tuhannya bagi mereka surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, sedang mereka kekal di dalamnya sebagai tempat tinggal (anugerah) dari sisi Allah. Dan apa yang di sisi Allah adalah lebih baik bagi orang-orang yang berbakti.

Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang ditunrunkan kepadamu dan yang diturunkan kepada mereka, sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala di sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitunganNya.

Hai orang yang beriman, bersabarlah, dan kuatkanlah kesabaranmu, dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah supaya kamu beruntung.

(Al Imran [3]: 190-200)

Setelah berwudhu dan beliau berdoa:

Mahasuci Allah – segala puji bagiMu. Hanya kepadaMu kami berdoa. Aku memohon ampunanMu atas dosa-dosaku. Ampunilah dosa-dosaku, ampunilah seluruh diriku. Terimalah tobatku. Engkau Mahapenyanyang, Engkau Mahamengampuni. Ya Allah, masukkanlah aku ke golongan orang yang menginsafi kesalahan mereka dan masukkanlah aku ke golongan hambaMu yang suci, yang bersabar, yang bersyukur, yang mengingatMu dan yang memujiMu siang dan malam.

Seraya menengadahkan tangannya dan menghadap kiblat, beliau pun melanjutkan doanya:

Aku bersaksi bahwa tidak ada tuhan selain Allah, Yang Esa, tak bersekutu, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.

Aku berlindung kepada kasih sayang-Mu dari azabMu. Aku berlindung kepada keridaan dan cintaMu dari murkaMu. Aku berlindung kepadaMu dariMu. Aku tidak mengenalMu seperti Engkau mengenal diriMu sendiri. Aku tidak dapat memujiMu sepenuhnya. Aku adalah hambaMu dan anak hamba-Mu. Dahiku, yang padanya Engkau tuliskan nasibku, berada di tanganMu. TakdirMu berlaku atas diriku. Apa pun yang Engkau tetapkan atas diriku pantas untukku. Kubentangkan kedua tanganku di hadapanMu dan karunia yang Engkau berikan kepada keduanya. Aku bersimpuh di hadapanMu, seraya kuungkapkan semua dosaku. Tak ada tuhan selain Engkau; Engkau mahapengasih dan aku adalah orang yang zalim. Aku adalah pelaku maksiat. aku telah menganiaya diriku sendiri. Karena aku adalah hambaMu, ampunilah dosa-dosaku yang besar. Engkau adalah Tuhanku dan hanya Engkau yang dapat memberi ampunan.

Allah Mahabesar. Segala puji bagiNya. Aku mengingat dan menyucikanNya siang dan malam.

Lalu membaca tiga kalimat tasbih masing-masing sepuluh kali:

Subhanallah.

Mahasuci Allah.

Alhamdulillah.

Segala puji dan syukur bagiMu.

La ilaaha illallah.

Tiada tuhan selain Allah.

Kemudian beliau mendirikan 12 rakaat shalat tahajud, dengan mengucapkan salam setiap dua rakaat. Di ujung malam, beliau menyambungnya dengan shalat witir tiga rakaat. Pada rakaat ketiga, setelah membaca surat Al Fatihah dan surat Al Qur’an (biasanya merangkai surat Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas), membaca “Allahu Akbar” dan membacakan doa qunut:

Ya Allah, kami memohona pertolonganMu, dan kami memohon ampunan serta petunjukMu. Kami beriman kepadaMu, kami berpaling kepadaMu, kami berserah diri kepadaMu dan kami memujiMu atas semua kebaikan. Kami bersyukur kepadaMu dan kami tidak ingkar kepadaMu. Kami mencela dan menjauhkan diri dari orang-orang yang berbuat maksiat kepadaMu.

Ya Allah, kepada Mu kami mengabdi, kepadaMu kami berdoa dan sujud; kepadaMu kami memohon pertolongan. Kami memohon kasih sayang-Mu dan takut akan azabMu. Sesungguhnya azabMu akan menimpa orang-orang yang tidak beriman kepadaMu.

Menjemput Indahnya Fajar

Setelah matahati terbit di ufuk fajar, beliau mendirikan dua rakaat shalat isyraq (shalat terbitnya cahaya).

Lalu, disambung dengan dua rakaat shalat isti’adzah (shalat memohon perlindungan dan keselamatan dari kejahatan). Pada rakaat pertama, membaca surat Al Fatihah dan Al Falaq. Dan pada rakaat kedua, membaca surat Al Fatihah dan An Nas.

Kehadiran pagi itu pun dijemput oleh dua rakaat shalat istikharah (shalat memohon petunjuk Allah untuk mencapai keputusan yang benar pada hari itu). Pada rakaat pertama, membaca surat Al Fatihah dan Ayat Kursi. Pada rakaat kedua membaca surat Al FAtihah dan Al Ikhlas sepuluh kali.

Mengawali Pagi nan Damai

Mendirikan enam rakaat shalat dhuha, dengan mengucapkan salam setiap dua rakaat. Pada rakaat pertama membaca surat Al Fatihah dan Asy Syams. Dan pada rakaat kedua membaca surat Al Fatihah dan Adh Dhuha.

Usai mendirikan shalat dhuha, dilanjutkan dengan mendirikan dua rakaat shalat kaffarah (shalat menghapuskan dosa yang disengaja maupun yang tidak disengaja). Pada setiap rakaat membaca surat Al Fatihah dan Al Kautsar sebanyak tujuh kali.

Dengan hati yang tenang dan khusu, berikutnya mendirikan empat rakaat shalat tasbih, dengan mengucapkan salam setiap dua rakaat. Di antara berdiri (15 kali), ruku (10 kali), i’tidal (10 kali), sujud (10 kali), dan duduk (10 kali), tentu saja dengan mengalunkan kalimat tasbih;

Subhanallah.

Wal hamdulillah.

Wala Ilaha illallah.

Allahu akbar.

Wala hawla walla quwwata illa billahil aliyyil azhim.

Untuk empat rakaat itu, 300 kali kalimat tasbih dihantarkan untuk Yang Mahamemberi.

Rangkaian khalwat pagi itu, segera saja disambung dengan mengalunkan seratus kali salawat untuk Baginda Muhammad saw dam membaca seratus kali surat Al Ikhlas.

Semoga Allah memperkenankan istiqomah kita untuk senantiasa berkhalat karenaNya. []

Selengkapnya...

Maret 07, 2008

DOA SYEKH ABDUL QODIR AL-JAILANI

Alhamdulillahi robbil’alamin (3 kali).

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.

Lalu beliau melanjutkannya dengan doa berikutnya:

Sejumlah makhlukNya, seberat ArsyNya, sebanyak keridhaan DzatNya, sepanjang tinta KalimatNya, setingga puncak IlmuNya, dan segala sesuatu yang Dia kehendaki dan Dia ciptakan. Yang Dia jadikan dan Dia kreasikan. Yang Maha Mengetahui yang gaib dan yang tampak. Yang Mahapengasih lagi Mahapenyanyang. Yang Maha Merajai lagi Mahasuci. Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah Yang Mahaesa, dan tiada sekutu bagiNya. MilikNya segala kerajaan dan pujiaan. Dia Maha Menghidupkan lagi Maha mematikan. Dia Mahahidup dan Mahatidakmati. Dalam kekuasaanNya tergenggam kebaikan, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. KepadaNyalah tempat kembali.

Aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan RasulNya yang diutusNya (dengan membawa) petunjuk (al-Qur’an) dan agama yang benar untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukainya.

Ya Allah, anugerahkan salawat kepada Muhammad dan keluarganya. Jagalah pemimpin dan umat ini, pemerintah dan rakyatnya. Jalinlah kasih antara hati mereka dalamkebajikan dan jauhkan keburukan sebagian mereka kepada sesamanya.

Ya Allah, hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui rahasia-rahasia kami, maka perbaikilah. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui kebutuhan-kebutuhan kami, maka penuhilah. Hanya Engkaulah Yang Maha Mengetahui aib-aib kami, maka tutupilah. Janganlah Engkau perlihatkan sesuatu pada kami, sekiranya Engkau larang kami (mengerjakannya), dan janganlah Engkau menghilangkan sesuatu pada kami, sekiranya Engkau perintahkan kami (mengerjakannya). Jangan lupakan kami (dari) zikir mengingatMu. Jangan tujukan kamikepada makarMu. Jangan butuhkan kami kepada selainMu. Jangan jadikan kami termasuk orang-orang yang lalai.

Ya Allah, ilhamilah kami kesadaran, dan lindunglah kami dari keburukan nafsu-nafsu kami. Sibukkanlah kami hanya denganMu hingga melupakan selainMu. Putuskanlah kami dari semua yang dapat memutus kami dariMu. Ilhamilah kami dengan zikir kepadaMu, mensyukuriMu, dan kebaikan ibadah menyembahMu.

Kemudian beliau menoleh ke kanan dan mengucapkan:

La ilaha illa Allah, masya’ Allah, la hawla wa la quwwah lana illa bi Allah al ‘Aliyy al al ‘Azhim.

Tiada tuhan selain Allah, apa saja kehendak Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Lalu beliau menghadap ke depan dan mengucapkan doa yang sama:

La ilaha illa Allah, masya’ Allah, la hawla wa la quwwah lana illa bi Allah al ‘Aliyy al al ‘Azhim.

Tiada tuhan selain Allah, apa saja kehendak Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Selanjutnya beliau menoleh ke kiri dan mengucapkan doa yang sama:

La ilaha illa Allah, masya’ Allah, la hawla wa la quwwah lana illa bi Allah al ‘Aliyy al al ‘Azhim.

Tiada tuhan selain Allah, apa saja kehendak Allah. Tidak ada daya upaya dan kekuatan selain dengan Allah Yang Mahatinggi lagi Mahaagung.

Lalu beliau melanjutkannya dengan doa berikutnya:

Janganlah Engkau beberkan berita-berita kami. Janganlah Engkau buka tirai kami. Janganlah Engkau hukum kami dengan keburukan amal kami. Janganlah Engkau hidupkan kami (kembali) dalam kelalaian, dan jangan ambil (nyawa) kami saat dalam kealpaan.

Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami bersalah. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang yang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maafkan kami, ampunilah kami, dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir.

(Syekh Abdul Qodir al-Jailani, “Rahasia-rahasia Agung Berjumpa Allah – Lautan Hikmah Kekasih Allah – 62 Pedoman Hidup untuk Menjadi Kekasih Allah”, Semarang, DIVA Press, 2008)

Selengkapnya...